Antisipasi Gagal Panen, Desa Puundombi Bangun Dam.Parit

Antisipasi Gagal Panen, Desa Puundombi Bangun Dam.Parit

Suarapinggiran.online_ Saat ini, oleh Undang-undang, desa telah dipoisiskan sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. kewenangan dan sumber dana diberikan kepada desa dengan memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya guna meningkatkan ekonomi dan kesejahtaraan masyarakat.

Dari tahun ke-tahun Pemerintah Pusat telah menganggarkan Dana Desa yang cukup besar untuk diberikan kepada Desa di setiap kabupaten se- Indonesia, termasuk di Kabupaten konawe. Dari data Kementerian Keuangan, berupa Rincian alokasi TKDD tahun anggaran 2018, Kabupaten Konawe tercatat mandapat alokasi anggaran dana desa tersebut sebesar Rp. 201.431.991.000.

Di sektor pembanguan infratsruktur petanian, seluruh provinsi telah terbantu oleh adanya anggaran ini dengan dihasilkannya 103.405 unit drainase dan irigasi serta 1.338 unit embung dalam satu tahun terakhir.

Atas dasar kepentingan kesejahteraan petani, Kabupaten Konawe melalui inisiatif dan kebijakan pemerintah desa sangat menyadari pentingnya amanat undang-undang desa untuk dilaksanakan. Terbukti dari penelusuran media ini, dipastikan masyarakat petani sangat terbantu dengan semakin banyaknya proyek pembangunan drainase dan irigasi di hampir seluruh desa, meski pembangunan embung dan Dam.Parit hanya terdapat di beberapa desa saja.  

Desa Puundombi Kecamatan Tongauna Utara misalnya, dalam mengantisipasi kegagalan panen yang hampir terus terjadi di setiap musim, Safruddin selaku kepala desa menginisiasi pembangunan DAM.PARIT dengan anggaran yang bersumber dari Dana Desa. Hal ini menjadi sangat penting, terlebih setelah pengelolaan air yang secara manual untuk area persahawahan setempat selama ini telah menyebabkan konflik horisontal lantaran dinilai tidak mengakomodir kepentingan petani dipihak-pihak yang lain.    

“sasaran dana desa adalah untuk masyarakat petani agar mereka bisa menikmati pembangunan, karenanya masalah pengelolaan air melalui pembangunan Dam. Perit ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah antar petani yang sering terjadi” Ujar Safruddin, Kades Puundombi kepada Suarapinggiran.online kemarin (14/12).  

Dengan anggaran sebesar Rp. 444.426.600, Safruddin bersama TPK dan tenaga pendamping lainnya, memulai pembangunan Dam.Parit ini dengan memaksimalkan peran masyarakat setempat sebagai tim pekerja proyek di dalamnya. Harapannya, pengelolaan air dapat didistrubusikan secara lebih adil kepada seluruh petani di area persawahan mereka yang mencapai kurang lebih 100 ha tersebut.

Betapa tidak, diungkap Safruddin, kegagalan panen yang terjadi disetiap musim, tidak saja menurunkan tingkat pendapatan petani setempat, namun juga kerap mengakibatkan penumpukan utang biaya produksi bagi petani. Walhasil, kendaraan roda dua yang dicicil dari pihak pembiayaan misalnya, harus rela dikembali lantaran ketidakmampuan petani membayar biaya bulanannya.(*jm) 

Bagikan :

Jurnalis SUPI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *