Rusmin Mundur, Buruh Geram : Management Virtue Diduga Tidak Beres

Rusmin Mundur, Buruh Geram : Management Virtue Diduga Tidak Beres

Kali ini giliran buruh yang geram. Sejak pengunduran diri Rusmin Abdul Gani (RAG) resmi dilayangkan (11/08) beberapa hari lalu, Buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Kawasan Industri Morosi ( SBKI-M) tidak saja ditimpa kekecewaan, namun pula merasa geram atas semakin jelasnya persoalan management perusahaan itu yang diduga berjalan tidak profesional karena ulah oknum-oknumnya. Fakta lain, pihak serikat mengaku bakal semakin kesulitan memperjuangkan aspirasi buruh lokal pasca hengkangnya putra daerah yang menduduki jabatan penting di dalamnya itu.

Rentetan aksi buruh dan hearing

Alasannya jelas, RAG yang sejak melaksanakan tugas sebagai Deputi Site Manager itu telah dengan profesional dan bijak menanggapi sejumlah aspirasi buruh tanpa menunggu waktu yang lama. Karenanya, buruh akhirnya menggantungkan harapan kesejahteraan dari langkah-langkah strategis yang dilakukan RAG.

Diketahui, kompleksnya permasalahan buruh di dalam kawasan mega industri itu telah berbuntut pada rentetan aksi penolakan dan perlawanan atas dugaan kesewenang-wenangan terhadap buruh yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab di dalam perusahaan itu. Langkah-langkah RAG terkait hal ini dianggap telah refresentatif terhadap hak-hak asasi buruh yang bekerja di PT VDNI dan PT OSS itu.

“Intinya Virtu telah kehilangan aset besar atas mundurnya saudara Rusmin, karena beliau paham betul dengan kondisi buruh, selain itu beliau faham tentang kearifan lokal dan harmoni sosial yang ada di daerah ini, terbukti baru beberapa bulan menjabat beliau sudah disenangi semua kalangan ” ujar Muhammad Adil, Ketua Serikat Buruh Kawasan Industri Morosi (SBKI-M) kepada media ini (15/08) kemarin.

Muhammad Adil, Ketua SBKI-M

Dikutip saat hearing pasca aksi buruh (22/07) bulan lalu, Muhammad Adil menjelaskan bahwa RAG selaku Deputi Site Manager mengingatkan untuk tetap mengedepankan ketentuan perundangan yang berlaku, mengedepankan nilai kemanusiaan serta hubungan kekeluargaan dalam menjawab persoalan buruh yang ada. Hal ini menurut serikat buruh, adalah bukti keberpihakan RAG terhadap kepentingan hak-hak asasi buruh.

Hearing bersama RAG, Managemet PT VDNI, Polsek Bondoala dan Serikat Buruh pasca aksi

Hasmuddin, anggota pengurus Serikat Buruh Kawasan Industri Morosi (SBKI-M) juga menyatakan hal senada. Para buruh yang terlanjur simpati pada langkah strategis RAG akhirnya harus mengadapi kecemasan pasca pemunduran diri tersebut. Kecil kemungkinan aspirasi buruh dapat terjawab dengan cepat lantaran tidak ada lagi jaminan yang mereka harapkan dari pihak managemen perusahaan.

Lebih jauh diutarakan Hasmuddin, terkait alasan-alasan pengunduran diri RAG, itu menjadi bukti kuat terhadap dugaan tidak profesionalnya oknum management yang ada dalam perusahaan bertaraf internasional itu.

Hasmuddin, Anggota Pengurus SBKI-M

“Mewakili para buruh, kami sangat menyayangkan keputusan itu, buruh-buruh disini sangat mengapresiasi beliau, baru seumur jagung usia jabatannya telah banyak aspirasi yang direalisasikan, beliau juga mampu merangkul kami sebagai buruh dan menghargai kami selaku serikat pekerja, ini juga menjadi bukti kuat bahwa terkait poin-poin alasan pengunduran dirinya itu terlihat jelas bahwa oknum management di dalam perusahaan itu diduga tidak beres” tegasnya saat diwawancarai media ini (14/08). (*)

Bagikan :

Jurnalis SUPI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *