Petani Uluonua, Punya Akses Baru

Petani Uluonua, Punya Akses Baru

Agaknya tidaklah berlebihan, saat sektor pertanian terus menjadi prioritas utama pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah. Mengingat, 70 persen fakta tentang degradasi sosial-ekonomi tersebut dialami oleh mereka yang notabene bermukim di desa-desa dan menggantungkan hidup hanya sebagai petani. Karenanya pula, alokasi anggaran dana desa dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Pembangunan Infrastruktur vital pedesaan seperti jalan usaha tani terlihat merata hampir di seluruh desa. Terlebih di daerah-daerah sentra pertanian, Tidak terkecuali di Kabupaten Konawe.

Desa Uluonoa Kecamatan Tongauna Utara misalnya, menunjukkan proses tersebut secara bertahap karena berharap, kesejahteraan petani dapat sesegera mungkin tercapai oleh kebijakan pembangunan dan perbaikan akses tersebut.

“kalau sekarang karung gabah tinggal ditendang sedikit saja sudah ada di pinggir jalan, istilahnya begitu, karena jalan usaha tani sudah dibangun, biaya pengangkutan tidak lagi menjadi masalah” ujar Herman Made, Kades Uluonua saat diwawancarai jurnalis suarapinggiran.online belum lama ini (02/01).

Lebih jauh ia menjelaskan, jika sebelumnya jalan usaha tani yang selama ini menjadi altenatif menuju lokasi persawahan warga telah hampir tidak bisa lagi diakses dikarenakan kondisinya yang semakin sempit dan tertutup, setelah adanya alokasi anggaran dari pemerintah pusat berupa dana desa itu petani semakin terbantu tidak saja menyangkut proses produksi pertanian, tetapi juga lebih pada pendapatan yang didapatkan kemudian.

Selain upaya perbaikan dan pembuatan jalan usaha tani dengan panjang 764 meter dan melewati dua kali tahapan penganggara itu, pemerintah Desa Uluonua juga mengoptimalkan peran BUMDes milik mereka dengan membelanjakan dana untuk pengadaan sarana produksi pertanian alias Saprodi bagi petani. Dengan harapan tidak ada lagi kesulitan warga petani setempat terkait keberadaan pupuk dan obat-obatan. Sehingga kualitas hasil pertanian pun dapat diandalkan.

“Selama ini petani yang kesulitan mendapatkan pupuk itu pinjam sama tengkulak, berupa uang atau pupuk, nanti sudah panen baru dibayar, tapi dengan adanya BUMDes petani sangat terbantu” imbuhnya lagi. (*jm)

Bagikan :

Jurnalis SUPI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *