Petani Morosi Sampai NGO Sesalkan Pengunduran diri RAG dari VDNI

Petani Morosi Sampai NGO Sesalkan Pengunduran diri RAG dari VDNI

Resminya Rusmin Abdul Gani (RAG) mengundurkan diri dari jabatan Deputi Site Menager di PT VDNI tidak saja menuai kekecewaan sejumlah pengusaha lokal. Karyawan yang tergabung dalam Serikat Buruh Kawasan Mega Industri (SBKI-M) dan para petani yang tergabung dalam Rumah Tani Indonesia (RTI) Konawe Kecamatan Morosi juga menyesalkan keputusan tertanggal 11 Agustus 2019 lalu itu.

Kekesalan itu tampaknya sangat rasional setelah menyimak profesionalitas dan tanggung jawab RAG selama bertugas telah mendatangkan bukti meski diusia jabatan yg masih seumur jagung. Respon positif dan cepat dari RAG terhadap aspirasi masyarakat lingkar tambang disebut-sebut menjadi alasan utama keberpihakan mereka.

Terlebih sejak awal, kehadiran RAG sendiri telah menjawab kerinduan warga terhadap peran penting putra daerah dalam menjawab kompleksnya permasalahan di kawasan mega industri itu.

Salah satu petani Desa Tondowatu yang mendapat bantuan Saprodi dari RTI dan PT VDNI

Betapa tidak, keluhan petani-petani di Desa Tondowatu yang notabene kekurangan akses terhadap usaha produksi mereka misalnya, akhirnya terjawab setelah dengan respon cepat RAG mengakomodir kepentingan mereka melalui advokasi Rumah Tani Indonesia (RTI) Konawe beberapa bulan yang lalu.

Rusmin Abdul Gani saat peninjauan rencana lokasi kebun kolektif Kelompok Rumah Tani Tondowatu Binaan PT VDNI

Terkait masalah ini, secara resmi Rumah Tani Indonesia (RTI) Eksekuitif Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Direkturnya, Armin Limbongan merilis pernyataan terkait pengunduran diri RAG sebagai Deputi Site Manager sebagai berikut :

1. Rumah Tani Indonesia Sulawesi Tenggara (RTI SULTRA) menyayangkan pengunduran RAG sebagai Deputi Site Manager di PT VDNI

2. Pengunduran diri RAG sangat merugikan semua pihak, baik itu masyarakat maupun PT. VDNI itu sendiri, karena selain sebagai putra daerah, kehadiran RAG selama ini mampu menjembatani komunikasi berbagai pihak dengan PT VDNI yang tentunya menjadi harapan bersama, baik itu masyarakat, lembaga sosial kemasyarakatan, lembaga non pemerintahan (NGO), Pemerintah dan lain sebagainya.

3. Bagi RTI SULTRA yang konseren terhadap Petani, Peternak dan Nelayan yang ada di sekitar lingkar tambang termasuk dalam hal ini di Morosi dimana PT VDNI melakukan aktifitas pertambangan, kami (RTI dan PT VDNI) memiliki program yang telah berjalan dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat lingkar tambang, yang menstimulasi kemandirian ekonomi, yakni peningkatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian, perkebunan dan perikanan, dalam bentuk pemberian bibit palawija, pupuk, racun rumput dan insektisida.

4. Komitmen RTI dan PT VDNI untuk Penguatan masyarakat adat melalui pembentukan Jaringan Muda Masyarakat Adat Tolaki secara khusus daerah lingkar tambang dalam rangka menghadirkan kembali nilai – nilai luhur kebudayaan masyarakat tolaki menghadapi era industrialiasasi, serta sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal daerah.

Batuan bibit dari RTI dan PT VDNI kepada petani di Desa Tondowatu

“Pengunduran diri RAG tidak merugikan dirinya, melainkan merugikan masyarakat dan PT VDNI. Karena itu jika PT VDNI mau lebih baik lagi maka RAG tidak boleh keluar dari perusahaan” Tegas Armin Limbongan yang akrab disapa Ilo Lim ini kepada suarapinggiran.online (13/08) kemarin. (*)

Armin Limbongan (Direktur Eksekutif Daerah RTI Sultra) Bersama Jumran (Direktur Eksekutif Daerah RTI Konawe)
Bagikan :

Jurnalis SUPI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *