Jalan Terjal Demonstrasi Mahasiswa Teknik USN

Jalan Terjal Demonstrasi Mahasiswa Teknik USN
Foto: Replika keranda saat aksi demonstrasi jilid 8 oleh Aliansi Mahasiswa Teknik USN di depan Kantor Bupati Kolaka pada Rabu (14/10/2020)

Penulis: Jurnalis Supi | Editor: KP

Suarapinggiran.online, Kolaka – Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Teknik Universitas Sembilanbelas November (AMT-USN) Kolaka terkait aktivitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PD. Aneka Usaha Kabupaten Kolaka masih terus berlanjut.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan nikel ini ditengarai memberi dampak yang riskan bagi masyarakat dan pengguna jalan di sepanjang jalur aktivitas hauling.

Keprihatinan atas aktivitas tersebut bertambah besar mengingat jumlah titik kerusakan jalan yang dilalui truk pengangkut kian bertambah; mengakibatkan kecelakaan demi kecelakaan lalu lintas kian tak terhindarkan.

Namun, sebagaimana khalayak ramai ketahui, fakta di atas tidak lantas menjawab soal-soal dan tuntutan massa aksi AMT-USN.

Dasar Hukum dan Ketidakpatuhan

Berdasarkan izin yang dikeluarkan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari terkait Izin Dispensasi Penggunaan Jalan Nasional terhadap PD. Aneka Usaha, pada 21 November 2019, mencantumkan 15 poin yang mesti ditaati, terutama menyangkut pemberlakuan khusus atas pemanfaatan jalan nasional.

Keseluruhan poin itu menyebutkan, salah satunya: “PD. Aneka Usaha Kolaka bersedia untuk melakukan pemeliharaan jalan pada ruas jalan oleh angkutan tambang, apabila terjadi penurunan kondisi jalan”.

Menindaklanjuti hal itu, berdasarkan kajian ilmiah dan observasi mendalam yang dilakukan AMT-USN, menunjukkan bahwa PD. Aneka Usaha tidak patuh terhadap hukum yang berlaku.

“Hampir semua poin yang tertera di izinnya, itu tidak diindahkan oleh PD. Aneka Usaha,” kata Kordinator Lapangan AMT-USN, Rahmat Hidayat, dalam keterangannya kepada Suarapinggiran.online pada Kamis, (15/10/2020).

Keberpihakan

Untuk diketahui, sejak demonstrasi jilid 1 yang dilakukan AMT-USN pada Selasa (21/07/2020), hingga demonstrasi jilid 8 pada Rabu (14/10/2020), tak satu pun solusi final diberikan, baik dari Pemerintah Daerah Kolaka, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Kolaka, maupun stakeholder ‘pemangku kepentingan’ terkait.

Fakta yang menguak justru sebaliknya, mereduksi aspirasi massa aksi AMT-USN. Persis ketika dilangsungkannya demonstrasi jilid 8 di kantor Bupati Kolaka, sejumlah orang tidak dikenal (OTK) dari arah yang berlawanan tiba-tiba menyerang massa aksi.

Penyerangan ini memang tidak membesar, persis setelah aparat kepolisian mengamankan sejumlah OTK tersebut, tetapi tentu saja menyisakan sejumlah pertanyaan-pertanyaan terutama tentang keberpihakan.

Hal lain terjadi ketika Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei, S.H., MH. menerima permintaan massa aksi untuk mengadakan dialog di hari yang sama ketika demonstrasi jilid 8 digelar.

Namun, dilaog itu berakhir tidak menyenangkan terutama ketika Safei lekas meninggalkan ruangan bahkan ketika dialog belum selesai.

“Kamu bicara saja sendiri,” kata Safei menyambut reaksi salah satu massa aksi yang menegaskan bahwa dialog masih sementara berjalan.

Hal ini juga tentu membentuk opini baru bagi publik, terutama menyangkut bagaimana, harusnya, sikap seorang pemimpin.

Berlipat Ganda

Dikontak terpisah, Hidayat, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) USN, sekaligus massa aksi yang tergabung dalam AMT-USN mengatakan, sebetulnya permasalahan ini telah disuarakan dua tahun lalu.

“Namun, sampai saat ini belum juga menuai perhatian serius,” katanya dalam telepon dengan Suarapinggiran.online pada Kamis, (15/10/2020).

Hidayat juga menambahkan bahwa, dari aksi yang berjilid-jilid ini, harusnya ada tindak tegas yang dilakukan oleh BPJN XXI Sulawesi Tenggara selaku lembaga yang mengeluarkan izin dispensasi penggunaan jalan umum.

“Kemudian, Bupati Kolaka, selaku pemegang kebijakan tertinggi di Kabupaten Kolaka, kiranya persoalan ini bisa benar-benar selesai demi kenyamanan semua orang, dan tidak ada lagi korban atau kecelakaan yang terjadi akibat dari aktivitas hauling yang dilakukan di jalan umum,” katanya.

Hidayat juga berkeyakinan dan menegaskan bahwa demonstrasi ini akan terus digelar dan berjilid-jilid sampai solusi final diperoleh.

“Akan terus berlipat ganda,” pungkasnya. ***

Bagikan :

Jurnalis SUPI

Pangga Rahmad, Pimpinan Redaksi Suarapinggiran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *